SelingkuhDi kepala saya, kata “selingkuh” sudah gak asing lagi. Selingkuh bahkan sudah menjadi semacam budaya atau trend di kalangan profesional atau pekerja kantoran. Ini menarik untuk dibicarakan, secara saya termasuk dalam kategori masyarakat modern perkotaan yang tentu saja dalam keseharian lebih banyak berada di kantor. Sudah tidak aneh lagi perselingkuhan paling banyak dan memungkinkan adalah di tempat kerja. Mengapa ? Ya karena jelas, waktu kita sebagian besar dihabiskan di tempat kerja. Perselingkuhan yang saya bicarakan dalam hal ini adalah dimana salah satu dari sang pelaku memang sudah berkeluarga. Terkadang saya suka heran, kok bisa yah seseorang yang sudah punya istri/suami, sudah dikaruniai anak pula, berselingkuh ! Ternyata memang ada bermacam faktor yang membuat perselingkuhan itu terjadi, beberapa yang biasa kita dengar adalah:

1. Masalah rumah tangga, hubungan dengan pasangan resminya memang sudah retak/goyah entah itu karena ketidakcocokan yg baru ditemui sekarang (aneh nih) atau masalah ekonomi.
2. Puber Kedua, Buat para lelaki bisa jadi sedang dalam masa “puber kedua” dimana ada kebutuhan pembuktian dirinya bahwa ia masih eksis untuk urusan “tebar pesona”.
3. Butuh variasi, nah ini rada gila memang, selingkuh dianggap bagian dari variasi hidup, bosen sama pasangan yg dirumah.
4. Balas dendam, bisa jadi ada masa lalu yang ‘kelam’ menyebabkan ia harus selalu menggaet para perempuan/lelaki yang sudah berkeluarga.
5. Terjebak kondisi, bisa jadi hubungan yang awalnya hanya teman biasa, tapi karena sering makan siang bareng dll terjalinlah hubungan yang lebih spesial alias perselingkuhan.
6. Karier, nah ini juga sering terjadi, bawahan melakukan segala cara untuk memuluskan kariernya dengan menggaet atasannya ke hubungan perselingkuhan.

Dari beberapa poin diatas jelas sudah kalau penyebab selingkuh terdiri dari banyak faktor yang suka tidak suka itu bisa terjadi oleh siapapun dan dimanapun. Memang harus diakui, selingkuh itu nikmat, bagi yang merasakan kenikmatannya tentunya hehehe…
Selingkuh pastinya membawa nuansa yang menyenangkan dan penuh dengan tantangan, membuat zat adrenalin dalam tubuh terpacu ! (bener gak tuh ?) Tapi harap diingat, satu hal yang pasti terjadi adalah, akhir dari perselingkuhan adalah cerita sedih yang berulang. Amarah, Amuk, Penyesalan dan Air Mata pasti hadir diakhir cerita. Yah seperti narkoba dech, nikmat diawal pastinya hancur diakhir cerita, gak perlu percaya tapi itu rumusan pasti, seperti bila kita gak percaya hukum gravitasi, tapi kalau kita lepas gelas di tangan kita, pasti jatuh, percaya gak percaya pasti terjadi. Saya hanya bisa berkata bila ada teman saya yang kerap berdiskusi tentang tema “selingkuh” ini, Saya hanya bilang ” Kita gak perlu harus di gigit ular untuk percaya bahwa gigitan ular itu bisa menyakiti bahkan membunuh kita khan?”. Yah, kita gak harus mengalaminya secara langsung kalau kita sudah tahu akhir dari ceritanya bukan ? bagaimana dengan Anda ?

*gambar diambil dari www.smh.com.au

Popularity: 29% [?]

Jika Anda tertarik dengan Artikel ini atau mungkin ingin selalu update postingan dari Blog Kodokijo ini, Anda dapat berlangganan menggunakan :
bullet_text.gif Berlangganan RSS FEED Kodokijo
bullet_text.gif Berlangganan RSS FEED Kodokijo via email