Perbedaan Adalah Pelangi
Perbedaan, sebuah kata yang bisa menimbulkan konflik dan ketegangan. Dan ini juga terjadi pada saya dan Dian (My Wife). Bila Dian suka berkunjung ke Mall untuk melihat dan membeli baju atau sepatu model baru, maka saya adalah tipe manusia yang ‘tergila-gila’ dengan buku-buku bacaan, apakah itu buku komputer, bisnis, agama dll. Seringkali perbedaan hobby ini menyebabkan kami mengalami konflik. Terkadang saat Dian sedang memilih baju atau sepatu, saya dengan gelisah menemaninya, karena pikiran saya selalu saja tertuju ke toko buku yang harus segera saya kunjungi. Bila Dian menanyakan pendapat saya tentang baju atau sepatu yang dipilihnya, saya hanya tersenyum dan berkata “bagus kok” atau “yah lumayan”. Ini jelas tidak memuaskan buat Dian, begitupun sebaliknya. Bila saya sedang memilih atau membaca buku, Dian selalu terlihat tersiksa, menunggu saya sambil sesekali membaca majalah wanita, inipun dengan terpaksa, sekedar mengisi waktu saja.
Keadaan ini jelas harus diperbaiki. Dan kami berdua menyadari bahwa kami memang berbeda di sisi ini. Tapi bukan perbedaan itu yang harus kami besar-besarkan. Kami berdua mencoba bersikap bijaksana dengan belajar saling memahami, memaklumi dan berkorban, ini yang paling penting. Kami mencoba memandang bahwa dengan perbedaan ini justru harus disikapi dengan rasa syukur. Dian yang mengerti mode, memberi arah ‘positif’ pada penampilan saya yang selama ini bisa dibilang ‘kampungan’ atau ‘ndeso’. Saya menerimanya dengan sikap positif, karena bagi saya ini memang proses perbaikan saya dari segi penampilan. Demikian juga sebaliknya, saya yang ‘kutu buku’ memberikan pandangan dan wawasan tentang pola pikir, nilai-nilai hidup yang tentu saja positif dan ini jelas saya dapatkan dari hasil membaca buku. Dianpun menerimanya dengan baik.
Pada titik ini saya merasa bersyukur bahwa kami diberikan perbedaan-perbedaan yang bisa kami sikapi dengan baik dan damai. Bahkan dengan perbedaan ini kami bisa saling mengisi, melengkapi dan berbagi. Perbedaan yang dulu dianggap sebagai hambatan dalam hubungan kami berdua, ternyata justru memberi nilai tersendiri. Perbedaan sekarang ini kami anggap sebagai ‘Pelangi’ yang begitu indah. Memberikan warna-warni yang menyenangkan sekaligus mendewasakan kami berdua. Saya tidak dapat membayangkan, bagaimana hidup tanpa perbedaan. Hidup tanpa “Pelangi’, tanpa warna-warni. Betapa monotonnya, betapa hambarnya.
Nah bagaimana dengan kamu?
Sudahkan perbedaan kamu jadikan ‘Pelangi’ ?
Jika Anda tertarik dengan Artikel ini atau mungkin ingin selalu update postingan dari Blog Kodokijo ini, Anda dapat berlangganan menggunakan :
Berlangganan RSS FEED Kodokijo
Berlangganan RSS FEED Kodokijo via email






August 2nd, 2006 at 8:25 pm
Wahh.. bener juga yah… hehehehe…
sama aja kayak bunga di taman.. (halah)
memang indah semuanya bunga mawar…
semuanya warna merah….
yang didominasi cuma daon” dan rumput” hijau doank..
tapi percayalah bahwa akan jadi lebih indah lagi kalau ada bunga mawar yang warnanya lain lagi atau bunga lain yang tumbuh di situ. jadinya warna warni = beutiful. heuheuhue…
kalau menurut orang pelangi itu indah, berarti ANEH donk kalau ada orang yang bilang kalau pelangi itu jelek? hehehe
August 3rd, 2006 at 10:33 am
Kalo w pengen cepet cepet ke food court jie
August 3rd, 2006 at 11:19 am
perlu banyak belajar dulu dari yang udah nikah duluan, kayak kak ajie dengan kak dian nih kayaknya…
August 3rd, 2006 at 1:02 pm
….kata-kata penutup yang sangat indah….
Sudahkah perbedaan kamu jadikan susu pelangi ?
[waduh,ini SARA ya Jie ? Maap ya ?]
August 3rd, 2006 at 1:03 pm
nilai-nilai positif kehidupan ditambah fashion. jadilah kodokijo yang berbudi baik dan trendy.
btw, kodoknya jangan ijo melulu dong, ganti namanya jadi kodok-warna-warni
August 3rd, 2006 at 2:57 pm
wah Mas, bagus temanya.. betul Mas, pelangi indah karena ada perbedaan dan gradasi warna.. tapi pelangi hanya dinikmati dari jauh… ketika kita mendekati dan mencoba untuk menggapai pelangi itu teramat sulit…
August 3rd, 2006 at 3:47 pm
hal hal yang sepele tapi sangat berarti dalam hidup. Berarti klo selingan diluar juga perlu kan untuk menambah warna dalam hidup kita…????
August 3rd, 2006 at 5:00 pm
Pelangi, indah nian bahasamu….
baidewei….kodokijo kalo lompat nyampe ke pelangi ga ye….??
August 4th, 2006 at 12:29 pm
terharu… terharu..
nice words
perbedaan itu memang indah kok;)
August 4th, 2006 at 12:35 pm
perbedaan? emang agak sulit untuk menyikapinya, tapi dari ilustrasi si kodok soal pelangi, pertanyaan uung jadi masuk akal juga (nah lo…), peace yo!
August 7th, 2006 at 12:10 pm
warna pelangi kalau digabung jadi putih kan..
artinya.. artiin sendiri hehe..
btw aku link ya mas..
August 8th, 2006 at 4:42 pm
salah satu fenomena alam yg saya suka adalah pelangi, pelangi biasa muncul sehabis hujan di siang hari, namun sayang sudah lama saya tidak melihat munculnya pelangi dgn warna2nya yg indah(atau krn saya selalu berada di dalam gedung jd sering tdk melihat)..
..jika semua orang memandang segala perbedaan menjadi pelangi yg berwarna-warni indah, wuiih..it’s gonna be one united world under God
nice script ‘jul…
August 14th, 2006 at 2:55 pm
alangkah indahnya jika kita semua bisa menjadikan perbedaan itu seperti pelangi ya
August 19th, 2006 at 6:53 am
hmmmmmm kayanya perlu belajar banyak neh sama mas ajie tentang pelangi… eh perbedaan….
August 21st, 2006 at 8:30 pm
hmmmmmm…dari kapan dji..senang menulis..apa karena perbedaan itu yg buat lo bgini…mungkin kapan - kapan bisa minjam bukunya nih..yg bagus kalie ya buku”nya…eh buku lo yg dulu masih ada sm gw nih.
masih ada lagi ga nih
May 30th, 2007 at 11:18 pm
Buy xanax without prescription in usa….
Side effects of drug xanax. Buy xanax. Buy xanax online. Xanax. Buy cheap xanax without prescription….
March 15th, 2009 at 8:38 am
wah kalo hoby nya beda gt ribet juga yach.
studikomputer’s last blog post..Wordpress Manager