bencana

Tiap saat saya selalu berpikir, dosa apa sih yang buat Tuhan begitu murka kepada bangsa ini ? Bencana seakan antri gak sabar untuk melumat kita semua. Dari mulai Tsunami Aceh sampai terbakarnya pesawat Garuda di Yogya, ternyata maut kok begitu dekat dengan kita. Saya bukan orang pintar yang bisa menemukan ‘benang merah’ antara kondisi moral bangsa ini dengan maraknya bencana akhir-akhir ini, ada sebab akibatnya kah ? yang pasti saya pribadi jadi semakin yakin bahwa maut itu memang misteri, kapan saja dan dimanapun, bila saatnya tiba, siapapun tak ada yg bisa mencegah dan tercegah. Apakah itu pejabat, jongos, kaya, miskin gak ada pengaruhnya, saatnya mati pasti terjadi, yakin itu.

Saya jadi teringat kejadian yg nyaris bikin saya tewas. Saat Jakarta dilanda banjir besar (02/02/2007), dari rumah saya ke tangerang untuk jemput istri pulang kerja, saat itu lepas magrib saya naik motor dengan kecepatan + 80 km/jam. Di Daan Mogot saya nyaris tertimpa batang pohon cukup besar yg patah akibat disambar truk kontainer di depan saya. Sepersekian detik batang pohon itu jatuh di belakang motor saya, dedaunan gugur menghalangi pandangan, jalanan langsung macet dan saya sejenak mengucap syukur, maut meninggalkan saya dibelakang, belum saatnya saya mati.

Tapi paling tidak, saya masih hidup sampai saat ini. Menyaksikan sekian banyak bencana yg hilir mudik menimpa negeri ini. Indonesia negeri kaya, semua orang tahu. Tapi Indonesia menjadi negeri bencana seperti ini, siapa yang menyangka. Saya berharap Tuhan masih sayang sama kita semua di negeri ini. Mudah-mudahan Tuhan masih ‘berpuasa’ melihat kelakuan anak bangsa yang kita semua tahu seperti apa (termasuk kita ?) Ah saya gak bisa menyalahkan siapa-siapa, termasuk menyalahkan Pak Menteri Perhubungan yg ‘didakwa’ masyarakat untuk mundur.
Itu bukan porsi saya. Saatnya berbenah memperbaiki diri sendiri. Perbaiki sikap, perilaku, sholat dan selalu berdoa untuk keselamatan bangsa ini. Siapa tahu ini bisa ‘melunakkan hati’ Tuhan Semesta Alam ini. Ya, siapa tahu, karena memang hak prerogatif Tuhan untuk menyelamatkan atau menghancurkan negeri ini. Bahkan dengan alasan yang tidak sanggup kita cari tahu. Saya yakin, ada saatnya bencana menjadi berkah di kemudian hari, tapi itu pun hanya untuk orang-orang yang berpikir dan memperbaiki diri. Semoga kita termasuk bagian diantara orang-orang yang diselamatkan. Semoga negeri ini tidak menjadi negeri bencana, tapi menjadi negeri yang penuh berkah bagi kita semua. Amien.

Popularity: 21% [?]

Jika Anda tertarik dengan Artikel ini atau mungkin ingin selalu update postingan dari Blog Kodokijo ini, Anda dapat berlangganan menggunakan :
bullet_text.gif Berlangganan RSS FEED Kodokijo
bullet_text.gif Berlangganan RSS FEED Kodokijo via email