kolaborasi-industri-kreatif Internet sudah menjadi kekuatan media yang independen. Tidak peduli TV, radio dan media cetak, media Internet dapat berjalan dengan sendiri. Seperti menyadari kekuatan dari media Internet ini, semua media memanfaatkan internet sebagai bagian dari strategi menjangkau audience lebih jauh.

Tidak mau ketinggalan, industri film lokal pun memanfaatkan internet sebagai ajang promosi awal. Kalau kita perhatikan, setiap launching film baru selalu disertai dengan launching web baru.

Tentu saja web yang selaras dengan judul filmnya.
Misalnya film “Pencarian Terakhir” dengan web : www.pencarianterakhir.com

Demikian juga dengan musik. Banyak sekali band-band yang sudah memiliki website profile band tsb. Mereka sadar, Internet merupakan media yang paling efektif untuk berinteraksi dengan para penggemarnya. Karena tidak mungkin para personel band tsb sanggup untuk mengadakan jumpa fans 24 jam sehari 7 hari seminggu :)
Sebuah fenomena yang menarik justru dimana beberapa industri kreatif berkolaborasi menghasilkan sesuatu.

Sebagai contoh adalah sebuah band indie yang bernama “Every Body Loves Irene” yang memperkenalkan lagunya dipadu dengan sebuah cerpen online berjudul “Bunuh Diri Massal”. Disini saya tidak menyorot band maupun cerpennya. Tapi kecerdasan dua industri yang berbeda untuk bergandeng tangan mempublikasikan sebuah karya, benar-benar sangat kreatif.

Juga dari dunianya Dewi Lestari (Dee). Rectoverso, yang merupakan novel sekaligus musik, dikemas dengan dua wajah, album dan buku novel.

Karya ini mungkin lebih merupakan dua wajah Dewi Lestari yang kita tahu berprofesi sebagai penyanyi dan novelis. Sebuah Industri Kreatif yang benar-benar baru dan berani. Menerobos batasan dua dunia dan komunitas yang berbeda. Dua kubu yang mau tidak mau harus bersatu di Rectoverso. Hebat !

Jika diperhatikan, semua uraian diatas menggunakan media internet sebagai ajang promosi. Semua mengacu pada media online ini. Media internet bukan saja menjadi pilihan karena jangkauannya yang tak terbatas, tapi juga karena di media inilah kolaborasi Industri Kreatif bisa terjadi. Minimal internet bisa menjadi semacam ‘pendidikan’ seperti pada karya Rectoverso sebelum karya tsb sampai ke tangan konsumen.

Internet sebagai media online bisa menginspirasi pelaku industri kreatif untuk melebarkan ide dan gagasannya. Semua itu memungkinkan, karena memang disaat siapapun, kapanpun dan dimanapun bertemu di suatu media terbuka, apapun bisa terjadi. Dan ini dimanfaatkan betul oleh mereka-mereka yang cerdas dan bisa membaca situasi dan pasar.

Btw, kita para blogger yang nyaris setiap saat ‘bergumul’ dengan internet, harusnya juga bisa ambil bagian dari asas keuntungan ini. Jangan sampai malah cuma jadi penonton yang lagi-lagi hanya bisa puas mengamati dari pinggir lapangan :)


Jika Anda tertarik dengan Artikel ini atau mungkin ingin selalu update postingan dari Blog Kodokijo ini, Anda dapat berlangganan menggunakan :
bullet_text.gif Berlangganan RSS FEED Kodokijo
bullet_text.gif Berlangganan RSS FEED Kodokijo via email