industri-kreatif Kalau mendengar istilah kreatif, pikiran saya langsung mengarah kepada sebuah prakarya. Ya prakarya, Anda pastinya pernah mendengar donk. Tapi itu dulu jaman kita di sekolah dasar. Sekarang ini istilah kreatif lebih mengarah kepada gagasan inovatif yang diwujudkan dalam sebuah karya.

Dulu di era industri, pabrik-pabrik menjadi pusat dari roda ekonomi. Sekarang eranya sudah berganti menjadi era informasi. Di era informasi inilah Industri Kreatif bisa berkembang dengan sangat pesat.

Tidak seperti industi pabrikan yang memerlukan biaya besar dan SDM yang banyak, pada Industri Kreatif justru sebaliknya. Beberapa kelompok kecil yang memiliki skill dan gagasan inovatif justru menjadi pelopor dari Industri Kreatif.

Industri Kreatif berarti menciptakan ide baru, menggagas suatu nilai lebih, membuat suatu karya, dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang cerdas, yang semuanya itu pada akhirnya menghasilkan roda-roda perekonomian baru dengan varian yang beragam.

Ambil satu contoh, industri Web. Dalam skala mikro, industri web bisa dijalankan hanya dengan sedikit orang dan biaya. Dengan mengandalkan orang-orang yang kompeten di bidang web desain, web programming, database analis, project management dan marketing, sebuah ‘perusahaan mini’ atau bahkan individu bisa berjalan dan menghasilkan profit yang tinggi.

Semua itu bisa terjadi karena inilah era informasi yang berarti juga era digital. Era dimana teknologi internet berhasil memberangus sekat-sekat informasi, ekonomi, politik, sosial dan budaya. Para manusia-manusia unggul yang memiliki kelebihan stamina untuk berpikir, belajar dan bertindak dengan mudahnya mendapatkan akses informasi dan pasar yang dibutuhkan untuk berperan di Industri Kreatif.

industri-kreatif

Hasrat merupakan landasan utama dalam segala hal. Bisa dibilang hasrat berhubungan erat dengan motivasi. Hasrat yang kuat berasal dari motivasi yang jelas. Motivasi yang mendorong dan memberi alasan untuk mencapai sesuatu.

Informasi yang tepat dan mendukung sebuah gagasan karya, akan menjamin kualitas dari karya tersebut. Informasi juga mencegah kita dari kesalahan - kesalahan yang tidak perlu. Btw, satu saran saja, juga jangan terlalu banyak informasi. Banjir informasi bisa menyebabkan kelumpuhan analisa.

Kreatif, sebuah kata yang menggoda. Ambil contoh sederhana. Segulung rotan mentah diolah menjadi kursi goyang indah yang dihiasi ukiran dan terasa nyaman digunakan. Itu kreatif. Website dengan tampilan standar (banget), warna-warna mati plus tiadanya fasilitas interaksi dengan pengunjung, semisal kolom komentar atau shoutbox. Itu kuno dan tidak kreatif. Ayo bangun donk, sekarang sudah Web 2.0 !

Action atau tindakan. Ini faktor penentunya. Sebuah maha karya justru biasanya berawal dari suatu tindakan kecil. Bisa melakukan action dengan mengacu pada rencana-rencana yang disusun dengan baik, menjadikan suatu gagasan berwujud dengan produk yang hebat.

Stamina berhubungan erat dengan konsistensi. Stamina yang kuat menjamin kelangsungan suatu proses. Stamina bisa tetap terjaga manakala sang pelaku selalu mengacu pada tujuan akhir. Juga dukungan dari lingkungan dan iklim kerja yang kondusif dan penuh semangat.

Sukses ! Nah ini hasil akhirnya. Apakah rumusan diatas merupakan jaminan ? Jaminan kesuksesan dalam Industri Kreatif ? Definisi sukses bisa beragam. Kalau Anda menciptakan produk, dijual dan laku keras, itu sukses namanya. Kalau kita menciptakan sebuah karya dan itu merupakan upaya maksimal dari seluruh potensi yang kita miliki, itu juga sukses namanya. Lalu bagaimana jika sebaliknya. Tidak laku atau karyanya jelek, menurut pendapat orang lain. Pernah mendengar kata bijak? Success is a journey not a destination “ ? Itu maksudnya :)

Seragam dengan yang saya sebutkan di atas, Era Informasi memberikan kebebasan dan keadilan untuk semua. Sebuah kelompok kecil atau bahkan individu bisa berperan besar saat ini. Tidak dibutuhkan infrastruktur yang besar layaknya sebuah pabrik. Tapi siapapun, dari kelompok manapun bisa mengambil keuntungan di Era Informasi. Dan Industri Kreatif merupakan salah satu alternatif sebagai jalan untuk kita bisa ambil bagian didalamnya.

Nah bagaimana dengan Anda ?

Tergoda untuk ambil bagian ?

Atau malah sudah melakukan ?

NB : Sebuah contoh Industri Kreatif di bidang media musik yang dipelopori oleh teman baik saya yang secara fisik ( @office ) jaraknya tidak lebih dari ’satu jengkal’ dari meja saya : www.djwirya.com


Jika Anda tertarik dengan Artikel ini atau mungkin ingin selalu update postingan dari Blog Kodokijo ini, Anda dapat berlangganan menggunakan :
bullet_text.gif Berlangganan RSS FEED Kodokijo
bullet_text.gif Berlangganan RSS FEED Kodokijo via email