renungan

Mohon Maaf Lahir dan Bathin (1429 H)

lebaran 1429hJika matahari yang begitu perkasa tak jemu-jemunya menyinari bumi ini …
Maka sudah selayaknya manusia (kita) yang lemah ini tak jemu-jemunya pula untuk saling memaafkan.

Dengan rendah hari kami mengucapkan, Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf lahir dan Bathin…
dimulai dari nol lagi yaah :)

-Setiaji & Keluarga-

Popularity: 16% [?]

Advertise Here

Negeri Bencana ?

bencana

Tiap saat saya selalu berpikir, dosa apa sih yang buat Tuhan begitu murka kepada bangsa ini ? Bencana seakan antri gak sabar untuk melumat kita semua. Dari mulai Tsunami Aceh sampai terbakarnya pesawat Garuda di Yogya, ternyata maut kok begitu dekat dengan kita. Saya bukan orang pintar yang bisa menemukan ‘benang merah’ antara kondisi moral bangsa ini dengan maraknya bencana akhir-akhir ini, ada sebab akibatnya kah ? yang pasti saya pribadi jadi semakin yakin bahwa maut itu memang misteri, kapan saja dan dimanapun, bila saatnya tiba, siapapun tak ada yg bisa mencegah dan tercegah. Apakah itu pejabat, jongos, kaya, miskin gak ada pengaruhnya, saatnya mati pasti terjadi, yakin itu.

Saya jadi teringat kejadian yg nyaris bikin saya tewas. Saat Jakarta dilanda banjir besar (02/02/2007), dari rumah saya ke tangerang untuk jemput istri pulang kerja, saat itu lepas magrib saya naik motor dengan kecepatan + 80 km/jam. Di Daan Mogot saya nyaris tertimpa batang pohon cukup besar yg patah akibat disambar truk kontainer di depan saya. Sepersekian detik batang pohon itu jatuh di belakang motor saya, dedaunan gugur menghalangi pandangan, jalanan langsung macet dan saya sejenak mengucap syukur, maut meninggalkan saya dibelakang, belum saatnya saya mati.

Tapi paling tidak, saya masih hidup sampai saat ini. Menyaksikan sekian banyak bencana yg hilir mudik menimpa negeri ini. Indonesia negeri kaya, semua orang tahu. Tapi Indonesia menjadi negeri bencana seperti ini, siapa yang menyangka. Saya berharap Tuhan masih sayang sama kita semua di negeri ini. Mudah-mudahan Tuhan masih ‘berpuasa’ melihat kelakuan anak bangsa yang kita semua tahu seperti apa (termasuk kita ?) Ah saya gak bisa menyalahkan siapa-siapa, termasuk menyalahkan Pak Menteri Perhubungan yg ‘didakwa’ masyarakat untuk mundur.
Itu bukan porsi saya. Saatnya berbenah memperbaiki diri sendiri. Perbaiki sikap, perilaku, sholat dan selalu berdoa untuk keselamatan bangsa ini. Siapa tahu ini bisa ‘melunakkan hati’ Tuhan Semesta Alam ini. Ya, siapa tahu, karena memang hak prerogatif Tuhan untuk menyelamatkan atau menghancurkan negeri ini. Bahkan dengan alasan yang tidak sanggup kita cari tahu. Saya yakin, ada saatnya bencana menjadi berkah di kemudian hari, tapi itu pun hanya untuk orang-orang yang berpikir dan memperbaiki diri. Semoga kita termasuk bagian diantara orang-orang yang diselamatkan. Semoga negeri ini tidak menjadi negeri bencana, tapi menjadi negeri yang penuh berkah bagi kita semua. Amien.

Popularity: 20% [?]

Catatan Reformasi 1

valentine

Semanggi I
Suasana semakin memanas di jalanan depan Kampus Moestopo Beragama (Jakarta) ketika para mahasiswa FKSMJ mencoba menerobos barikade Pasukan Huru Hara (PHH). Satu tujuan, bergabung bersama para mahasiswa elemen lain di Semanggi untuk menuju Gedung DPR. Dan akhirnya pecahlah bentrokan terbuka, diawali oleh satu letusan senjata.
Batu-batu beterbangan tanpa mata menyambut pekatnya gas air mata yang terlontar dari moncong senjata PHH. Sampai akhirnya PHH mendobrak barisan mahasiswa hingga porak poranda menyelamatkan diri masuk ke arah kampus Moestopo. Puluhan mahasiswa terjebak di area parkiran kampus, sekilas terlihat beberapa PHH menyeruak dan membabi buta mengejar dan memukuli mereka. Perang berlanjut hingga depan kampus, mahasiswa terdesak, kampus dihujani gas air mata, beberapa mahasiswa pingsan, ratusan lainnya berlarian ke lantai atas. Kepanikan terjadi, belasan mahasiswa terluka tembak, semua dirawat seadanya, jerit tangis dimana-mana, suasana kacau balau.
Hingga petang tiba, perang perlahan mereda, PHH mundur beberapa ratus meter.
Pasukan Marinir tiba, mengawal puluhan mahasiswa yang terjebak di parkiran, sontak tepuk tangan bergema menyambut kedatangan mereka. Hingga malam hari, mahasiswa dan PHH dipisah oleh barikade Pasukan Marinir.
Lantang terdengar dari radio, perang besar terjadi di Semanggi, beberapa mahasiswa dikabarkan gugur terkena peluru.
Isak tangis dan air mata membasahi kampus Moestopo, ingin rasanya ‘terbang’ ke Semanggi, bergabung bersama rekan-rekan seperjuangan, tapi apa daya, kami tak berdaya.

Bersambung…

Popularity: 17% [?]

Terima Kasih Ramadhan

Mancing
Alhamdulillah Ramadhan telah datang…
Berkat Ramadhan saya punya alasan untuk bersikap lebih tenang.
Berkat Ramadhan saya bebas memberi sedekah kepada pengemis dengan leluasa.
Berkat Ramadhan saya lebih nyaman untuk sholat ke Masjid.
Berkat Ramadhan saya bisa berkumpul dengan keluarga lebih cepat.
Berkat Ramadhan saya leluasa berkumpul dengan tetangga sehabis tarawih.

Karena sebelum Ramadhan datang…
Saya cenderung bersikap tergesa-gesa, padahal tidak ada sesuatu yg luar biasa.
Saat bersedekah, saya takut disangka sok dermawan, padahal uang pas-pasan.
Bila ke Masjid, cenderung disangka sok sholeh, padahal memang kangen Masjid.
Waktu pulang kerja kadang larut malam, keluarga hanya sisa tenaga.
Berkumpul dengan tetangga nyaris tidak pernah karena terlalu lelah.

Terima kasih Ramadhan, begitu banyak alasan untuk kebaikan disaat Engkau datang…

Popularity: 7% [?]