Unfaithful
Suatu malam istri saya memaksa saya untuk menonton film berjudul “UnFaithFul” yang ditayangkan GlobalTV (kalau tidak salah). Hmm saya sedikit malas menontonnya, tapi karena melihat istri begitu serius menyimak film tsb, saya jadi ikutan serius. Film itu berkisah tentang seorang istri yang begitu kesepian karena sang suami terlalu sibuk bekerja, kurang perhatian terhadap sang istri, sampai akhirnya terjadi pertemuan antara sang istri dengan pria tampan yang begitu mempesona, tipikal perayu wanita. Singkat cerita, perselingkuhan terjadi dan sang pria tampan tsb tewas ditangan sang suami yang hatinya hancur mengetahui perselingkuhan tsb. Akhir cerita mereka harus berpisah karena sang suami menyerahkan diri ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ah begitu mengharukan. Istri saya menangis menyaksikan film tsb, sambil berkata ” Ah kasihan sekali sang suami itu yah, bekerja keras demi keluarga, sangat mencintai keluarga, tapi yg didapat adalah pengkhianatan “. Saya tersenyum sekaligus terhenyak sesaat. Ya, film itu memberi pelajaran yang sangat berharga bagi saya pribadi. Dalam hati saya berkata, jangan sampai ini pada saya dan keluarga.
Unfaithful, sebuah kata yang bisa memporakporandakan semuanya. Unfaithful selalu menyisakan kepedihan dan air mata. Setia, sebuah kata dengan lima huruf kelihatannya sederhana, sangat bahkan. Tapi ternyata setia bukan hal gampang, apalagi di jaman seperti ini dimana godaan dan keindahan terlihat dimana-mana. Tidak cukup hanya komitmen belaka, tapi nyatanya kita harus membutakan mata dan hati untuk hal-hal yang mungkin bisa membuat kita tidak setia. Dan tentu saja berat sekali bukan ? Kita membuat ‘cacat’ diri ini untuk menjaga kesetiaan kita, betapa beratnya. Saya disini tidak berbicara sebagai manusia yang mempunyai iman yang sangat kuat, saya berbicara sebagai manusia biasa yang lemah. Di sekeliling kita begitu banyak keindahan siap menyergap bila kita lengah atau justru memang tertarik. Ah entahlah dengan cara apa saya bisa setia dan membuang jauh-jauh kata Unfaithful. Semoga
Popularity: 22% [?]

Jumat sore kemaren gue & Dian nonton film Janji Joni. Film ini menceritakan seorang pemuda yang berprofesi sebagai pengantar roll film (Nicholas Saputra) untuk bioskop-bioskop di Jakarta. Banyak adegan yang menarik walaupun tidak masuk akal. Yang jelas gue suka film ini karena selain bertabur bintang muda, film ini mengangkat tema betapa sebuah profesi, apapun itu, yang dijalani dengan penuh kegembiraan akan mendatangkan kebahagiaan dan kebanggaan. Pesan yang ingin disampaikan film ini sangat jelas. Jalani profesimu dengan “enjoy” dan penuh tanggung jawab. Hasil pekerjaan kita adalah cerminan dari siapa kita sebenarnya saat ini. So ? Seperti training yang pernah saya jalani bulan kemarin (ESQ), jadikanlah kantormu sebagai sajadahmu dan pekerjaanmu sebagai zikirmu. Insya Allah kita akan mendapatkan hasil yang maksimal dan kebahagiaan tersendiri. Luar biasa !


