hukum-pareto Kalau Anda sering membaca buku-buku marketing tentunya istilah “Blue Ocean” sudah tidak asing lagi.  Istilah Blue Ocean Strategy diperkenalkan oleh W Chan Kim & Renee Mauborgne.  Blue Ocean Strategy memaparkan bagaimana menciptakan sebuah pasar tanpa pesaing dan menciptakan lingkungan kompetisi tersebut tidak relevan lagi.

Lho lalu apa hubungannya dengan kegiatan Blogging yang kita lakukan ?

Kalau kita jeli mengamati begitu banyaknya blog-blog lokal yang mengangkat tema sejenis. Lihat saja tema mencari uang di internet dengan beragam cara mulai dari Adsense, Affiliate sampai Pay Per Review. Semua blog berlomba untuk mengangkat tema laris manis tsb. Semua nyaris sama. Hampir-hampir tidak ada pembeda apa yang dipaparkan antar blog satu dengan blog yang lain. Bahkan banyak blogger newbie yang ikut-ikutan terjun ke tema tsb. Akhirnya bisa ditebak, begitu banyak blog yang tidak terdefinisikan dengan baik. Ibarat ikan-ikan kecil yang berada di kolam yang luas.

Itu satu contoh kasus …

Setiap blogger pastinya donk ingin dikenal di kalangan pengguna internet. Entah itu blogger pemula ataupun yang sudah gaek. Hanya saja terkadang kita lupa bahwa untuk menjadi dikenal dan terdefinisikan perlu sedikit berstrategi. Sedikit saja berstrategi, jangan terlalu banyak, kecuali Anda ingin sakit kepala :)
Seperti yang sudah ditulis diatas tadi, ketimbang masuk kedalam tema yang riuh rendah dan berdarah-darah, baiknya kita coba menemukan tema-tema yang masih “perawan”, yang belum atau jarang ada saat ini. Lalu bagaimana cara menemukannya ? Dan yang terpenting adalah, apakah tema “perawan” tadi sesuai dengan hobby, latar belakang dan mungkin profesi kita. Karena bagaimana mungkin kita bisa menuliskan dengan baik dan “ikhlas” jika tema tsb sebenarnya tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Harus ada hubungan langsung antara tema tsb dengan kenyamanan kita dalam blogging.

Langkah pertama tentu saja bertanya kepada diri sendiri :

bullet_text.gif Apakah hobby atau kegiatan menyenangkan yang sering kita lakukan ?
bullet_text.gif Berasal dari latar belakang apakah kita ?
bullet_text.gif Dalam lingkaran profesi apakah kita ?

Tidak perlu semuanya kita kolaborasikan. Ingat, kita ingin menghindari sakit kepala tadi khan ?

Mari kita lihat satu contoh dibawah ini :

Hobby kita adalah [1]wisata kuliner, (doyan makan maksudnya)
Dipersempit lagi, makan apa ? [2]makan kue, kue apa ? [3]kue cokelat misalnya.
Oke kita dapatkan tema sementara yaitu “kue cokelat”. Lalu cobalah mencari di google dengan kata kunci “kue cokelat”

Bila masih dibawah 500.000 untuk hasil telusur tsb, menurut saya masih relevan tema “kue cokelat” untuk kita jadikan tema andalan di blog kita.

Lho berarti gak “perawan” beneran donk itu tema ?
Hmmm hari gini bisa dapat “perawan” asli ? ( becanda kok :P )

At least kita berhasil mendapatkan sebuah tema dengan tingkat hasil telusur (by google) yang masih sedikit.

Jika direview dari contoh diatas, ada tiga [3] tingkat filtering kita terhadap sebuah tema awal.

[1]wisata kuliner [2]makan kue [3]kue cokelat

Kita bisa saja menambahkan filtering menjadi 4 atau 5 tingkat. Semakin banyak tingkat filteringnya, semakin presisi tema yang kita dapatkan. Dan tentu saja, tingkat “keperawanan” nya semakin oke.

Nah, saat kita mendapatkan tema yang dimaksud, segeralah bangun blog dengan lebih baik dan indah. Baik berarti dari segi penulisan yang mudah dipahami dan terasa ringan oleh pembaca. Indah berarti bisa membuat pembaca Anda tercerahkan oleh postingan yang terasa “fresh” dengan tema yang “perawan” tadi.

Inilah sebuah contoh penggunaan Blue Ocean Strategy dalam kegiatan blogging. Pada saat kita blogging dengan tema yang masih jarang ada di pasaran, sebenarnya kita secara cerdas menciptakan pasar (pembaca) tanpa/sedikit persaingan.

Dengan sedikit persaingan diharapkan Blog yang kita bangun tadi menjadi terdefinisikan dengan baik. Ibarat ikan besar yang berada di kolam yang kecil. Selanjutnya kemungkinan besar kita bisa mendapat julukan “pakar” dalam tema tsb.

Pakar ? mahluk apalagi itu ? Di postingan selanjutnya saya akan coba angkat tema tentang pakar. Bagaimana menjadi pakar tanpa harus memiliki gelar resmi/tinggi, karena istilah pakar itu hanyalah definisi yang “buram”, terbentuk oleh persepsi masyarakat dan media. Sabar yah :)
Semoga postingan ini berguna buat Anda semua. Ada sedikit complain dari teman-teman dan pembaca blog ini, karena akhir-akhir ini jeda postingan saya semakin jauh. Bukan karena saya mentah-mentah menerapkan “Ngeblog yang Efektif dan Efisien” tapi lebih kepada kesibukan bereksperimen mewujudkan lamunan saya, lamunan yang profit tentunya :)


Jika Anda tertarik dengan Artikel ini atau mungkin ingin selalu update postingan dari Blog Kodokijo ini, Anda dapat berlangganan menggunakan :
bullet_text.gif Berlangganan RSS FEED Kodokijo
bullet_text.gif Berlangganan RSS FEED Kodokijo via email