banjir-informasi Ternyata bukan hanya banjir air saja yg berbahaya. Kalau banjir air bisa bikin kerugian harta benda. Terancamnya kesehatan dan bahkan nyawa, selalu menyertai banjir air. Lalu banjir informasi ? Ya sama juga berbahaya. Banjir informasi bisa membunuh kita, tepatnya membunuh daya analisa berpikir kita.

Menyebabkan apa yang dinamakan kelumpuhan analisa.

Kelumpuhan analisa terjadi akibat begitu banyaknya informasi yang kita terima …

Reading, after a certain age, diverts the mind too much from
its creative pursuits. Any man who reads too much and uses
his own brain too little falls into lazy habits of thinking.

—ALBERT EINSTEIN

Ambil satu contoh. Apabila kita ingin menulis tentang strategi SEO (Search Enginee Optimizer). Kita akan mencoba mengumpulkan sebanyak mungkin artikel yg berhubungan dengan SEO. Saking giatnya, terkumpullah puluhan bahkan mungkin ratusan sumber artikel SEO. Walhasil yang awalnya ingin menulis strategi SEO, malah kebingungan hendak mulai dari mana. Belum lagi yang bahasa inggris, makin pusing deh tuh :P

Satu waktu saya juga pernah mengalami kebanjiran informasi. Awalnya saya ingin membuat toko online. Saya berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang aplikasi toko online yang gratisan (opensource). Lengkap memang, tak kurang dari 5 aplikasi saya download dan saya pelajari sekaligus. Hasilnya ? justru saya yang linglung. Semua aplikasi toko online tsb bagus. Tapi yang tidak bagus justru saya. Bingung mau pakai yang mana.

Kita memang harus jeli untuk menyaring informasi yang didapat. Internet memudahkan segalanya. Tapi internet juga justru bisa menjerumuskan kita ke kutukan banjir informasi tadi, kelumpuhan analisa.

Lalu bagaimana donk menghindari kelumpuhan analisa akibat banjir informasi tadi ?

Ada beberapa kiat yang kiranya bisa kita coba, diantaranya :

bullet_text.gif Jangan Mengundang Banjir
Maksudnya batasi sumber informasi yang kita dapat. Pilih hanya 2 atau 3 sumber saja. Cukup.
Dengan membatasi sumber informasi tadi, berarti kita menyediakan ruang untuk berpikir mandiri.

bullet_text.gif Jangan Terlalu Detail
Adakalanya kita terjebak dalam siklus analisa yang mendalam justru pada sumber informasi yang kita dapat.
Seharusnya sumber informasi tadi hanyalah sebagai bahan referensi pendukung dari rencana atau gagasan kita.
Sumber informasi dipakai juga sebagai faktor penguat awal. Jangan dibalik. Jangan malah dijadikan batu ganjalan.

bullet_text.gif Percaya Diri
Terkadang nekad itu perlu. Manusia tidak ada yang sempurna. Demikian juga sumber informasi yang kita dapat.
Tidak perlu terlalu berpatokan dari apa yang ditulis/pengalaman orang lain. Mulailah berani mengutarakan gagasan sendiri. Anggap saja sebagai latihan. Salah-salah sedikit wajarlah :)

bullet_text.gif Berpikir Terbuka
Boleh-boleh saja informasi dari luar datang. Kita ambil sedikit dari satu sumber. Ambil sedikit lagi dari sumber lain. Lalu cobalah untuk bertanya kepada orang lain. Mungkin teman kita. Cari pembenaran dari apa yang sudah kita kumpulkan. Istilahnya kita pinjam ‘otak teman’ untuk meringankan beban analisa kita. Masukan secara spontan dan verbal sangat membantu kita untuk berpikir secara rileks.

bullet_text.gif Ambil Jalan Samping
Kenapa tidak ? Saat informasi A bilang A, informasi B menganjurkan B, kita justru pilih jalur X ( bukan triple ‘x’ lho). Berpikir secara menyimpang sama juga dengan menstimulasi otak kita untuk ‘bertamasya’. Banyak pemikiran atau gagasan unggul justru didapat dari orang-orang yang berpikir menyimpang dari kebiasaan. Boleh juga dicoba :)

Nah itu tadi beberapa kiat demi menghindari kelumpuhan analisa akibat banjir informasi.

Sekarang sudah musim hujan …

Saya yakin, selain banjir air yg mudah-mudahan gak terjadi lagi, banjir informasi bisa melanda kita.

Ini berhubungan dengan musim hujan …

Lho kok bisa ? Iyalah bisa. Kalau diluar sana hujan, kegiatan apalagi yg paling enak selain browsing dan blogging ?

Banyak browsing dan blogging berarti siap-siap kebanjiran informasi.

Tapi … kita sudah tahu kiat-kiat mengatasinya khan ? :)

Bagaimana, ada usulan tambahan mungkin dari Anda ?

Popularity: 48% [?]

Jika Anda tertarik dengan Artikel ini atau mungkin ingin selalu update postingan dari Blog Kodokijo ini, Anda dapat berlangganan menggunakan :
bullet_text.gif Berlangganan RSS FEED Kodokijo
bullet_text.gif Berlangganan RSS FEED Kodokijo via email